Posted by: omcivics | August 17, 2008

17 Agustus 2008

Indonesia adalah bangsa yang besar, atas perjuangan dan pengorbanan rakyat Indonesia, maka kemerdekaanpun dapat diraih. Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 merupakan tonggak sejarah perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah. Pengertian penjajah ketika perebutan kemerdekaan biasanya diidentikan dengan bangsa lain yang merampok hak-hak asasi manusia. Ada juga bangsa Indonesia sendiri yang masih mau bekerja sama dengan para penjajah karena diiming-imingi harta. Mereka itulah yang disebut dengan penghianat NKRI.

Penjajahan pada saat ini berbeda dengan ketika kita merebut kemerdekaan dari bangsa lain tahun 1945 lalu. Penjajahan pada saat ini lebih diidentikan berasal dari sikap dan moralitas bangsa Indonesia sendiri. Kemalasan dan kebodohan yang bukan budaya bangsa Indonesia menjadi bentuk penjajahan laten bangsa Indonesia. Malas untuk berusaha, malas untuk melakukan hal yang berguna bagi kepentingan umum. Keikhlasan berbuat bagi bangsa dan negara yang merupakan faktor penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ternyata kebodohan bangsa Indonesia bukan dialami oleh orang yang kurang pendidikan formal, akan tetapi bodoh dalam bertindak, bodoh melakukan kesalahan karena hilangnya rasa malu. Banyak orang pintar melakukan pembodohan bagi bangsanya sendiri, bahkan dirinya sendiripun dibodohinya contohnya tindakan korupsi. Korupsi bukan hanya merugikan negara tetapi juga membodohi diri sendiri, menentang suara batinnya untuk melakukan tindakan yang amoral.

17 Agustus 2008 bertepatan dengan peringatan Nisfu Sya’ban bagi umat Islam (terlepas dari perdebatan bidah atau tidak). Nisfu artinya pertengahan Sya’ban adalah nama sebuah bulan antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan. Nisfu sya’ban diperingati biasanya di negara-negara Asia dengan mambaca surat Yaasin 3 kali, pertama dimohonkan untuk panjang umur, kedua dimohonkan untuk dikuatkan iman dan islam dan yang terakhir diberi rizki yang halal dan berkah. Oleh karena itu mari pada peringatan 17 Agustus 2008 hendaknya bangsa Indonesia diangkat derajatnya menjadi bangsa Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghafuur, Amiin.

Proklamasi

Kami Bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia, hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Jakarta, 17-08-45

Atas nama Bangsa Indonesia

Soekarno-Hatta
references:


Responses

  1. bagus


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories