Posted by: omcivics | November 10, 2007

Perjuangan tiada hentinya

10 November 62 tahun yang lalu, pertempuran sengit arek-arek Surabaya telah berkobar, Bung Tomo telah mengorbankan jiwa raganya untuk kejayaan bangsa, negara, tanah airnya. Perjuangan melawan kolonialisme Belanda yang mendompleng sekutu, mengobarkan api perjuangan para pemuda ketika itu.

Pahlawan merupakan orang yang berjasa, apakah kita hanya cukup mengheningkan cipta ketika tiap kali upacara bendera di sekolah, instansi atau lembaga pemerintahan, peringatan hari besar nasional bahkan peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI. Sejarah telah mencatat bagaimana para pahlawan dengan progresif revolusioner memanaskan api yang ada dalam dada para pemuda untuk merebut negara kesatuan RI dan melawan ketidakadilan.

Pahlawan pada saat ini bukan untuk berperang secara fisik, tetapi bagaimana ia melawan dirinya sendiri. Si kaya melawan dirinya dari ketamakan, si miskin melawan dirinya dari keputusasaan, si penguasa melawan dirinya agar terhindar dari kepentingan pribadi, si rakyat melawan dirinya untuk tetap kritis, si guru melawan dirinya untuk tetap menjaga keikhlasan, si murid melawan dirinya untuk tetap menjaga idealisme dalam dirinya.

Semua itu akan menjadi sebuah cerita atau dongeng sebelum tidur, apabila para pemuda saat ini tidak merefleksikan makna hari pahlawan bagi dirinya sebagai bagian dari nasionalisme kebangsaan. Mari kita bangun negeri ini menjadi negara Baldatun, Toyibatun Warobbun Gaffur


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories